Mencekik, Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen


Iuran BPJS Kesehatan naik lagi, kali ini presentase kenaikannya mencapai 100 persen. Artinya masyarakat yang menjadi peserta jaminan BPJS harus menyisihkan uang lebih, untuk membayar iuran tiap bulannya.





Ketua DPR, Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah memikirkan rakyat terlebih dahulu, sebelum menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Bambang menilai, naiknya iuran ini akan semakin membebani masyarakat.





Kementerian Keuangan telah mengumumkan, bahwa iuran BPJS kesehatan naik untuk semua golongan peserta. Langkah tersebut diambil, agar dapat menutupi defisit dana BPJS.





Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi





Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan bahwa kenaikan iuran BPJS mencapai 100 persen. Artinya peserta jaminan kelas 1, yang semula membayar Rp. 80,000, menjadi Rp. 160,000 perbulan.





"Pertimbangkan kenaikan nilai iuran peserta BPJS Kesehatan itu, mengingat akan semakin banyak peserta yang menunggak pembayaran iuran".

Bambang Soesatyo




Bambang tidak ingin langkah penyesuaian yang diambil oleh pemerintah ini, nantinya menjadi bumerang.





Besar kemungkinan masyarakat akan berhenti keanggotaan di BPJS Kesehatan, lantaran iurannya semakin tinggi. Sementara kualitas pelayanannya masih jauh dari kata sempurna.





Ia juga khawatir jika masyarakat nantinya lebih tertarik menggunakan jasa perusahaan Asuransi, ketimbang BPJS Kesehatan. Karena perbedaan biaya iurannya semakin tipis.





Selain itu, akan banyak peserta jaminan yang menunggak iuran, lantaran tingginya iuran tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan.


Related Posts

Mencekik, Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.