Ambulans Pemprov DKI Suplai Batu Untuk Demonstran, Ini Faktanya!


Aksi demo pelajar yang tejadi pada Rabu (25/9) berujung ricuh. Masa pelajar yang melakukan aksi demo, terlibat bentrok dengan anggota Polisi.





Demonstrasi yang dilakukan oleh pelajar, didasari oleh penolakan mereka terhadap sejumlah RUU yang menuai kontroversi.





Setelah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa pada tanggal 23 dan 24 September. Ternyata di tanggal 25 para pelajar SMK dan STM dari berbagai sekolah di Jakarta dan sekitarnya, juga ikut turun ke jalan.





Sayangnya aksi unjuk rasa yang dilakukan pelajar berujung anarkis, sehingga membuat situasi menjadi tidak kondusif.





Fakta Ambulans Membawa Batu Untuk Demonstran





Aksi unjuk rasa yang berujung anarkis semalam, membuat para petugas medis harus turun ke lapangan untuk menjemput korban luka.





Para pelajar yang terlibat bentorkan dengan Polisi, berusaha membalas serangan dengan melemparkan batu ke arah petugas.





Pada Kamis (26/9) dini hari sekitar pukul 02.14, pihak Kepolisian mengamankan 5 mobil ambulans, yang terparkir di dekat gerbang Tol Pejompongan.





Pihak Kepolisian menduga mobil Ambulans tersebut, digunakan oleh demonstran, untuk menyuplai batu-batu tersebut ke lapangan.





Akun Instagram @TMCPoldaMetro, sempat menggungah video, yang menunjukan penemuan mobil ambulans yang membawa batu untuk para demonstran.





"02:14 #Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto." Tulis akun Instagram @TMCPoldaMetro.





Namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata informasi tersebut salah. Karena memang mobil ambulans milik Pemrov DKI itu tidak mensuplai batu dan bensin.





Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, menjelaskan bahwa ambulans dimanfaatkan demonstran untuk berlindung. Karena saat itu petugas Brimob tengah menghalau demonstran, yang melempari batu dan benda lainnya.





"Perusuh itu pun membawa alat ini, ada batu, dia itu mencari perlindungan masuk ke mobil PMI membawa batu dan ada kembang api juga, jadi dia masuk ke mobil," kata Argo di Mapolda Metro Jaya.





Hal tersebut membuat anggota Brimob mengira, bahwa mobil ambulans tersebut digunakan oleh perusuh untuk mensuplai batu. Padahal sebenarnya perusuh menggunakan ambulans itu untuk berlindung.





"Jadi anggapan dari Brimob ini diduga mobil yang digunakan untuk perusuh, tapi bukan," Tambah Argo.





Tiga orang perusuh pun sudah diamankan oleh Polisi. Sedangkan mobil ambulans yang sebelumnya sempat diamankan, juga sudah dikembalikan kepada pihak Pemprov DKI dan PMI.





Petugas medis di dalam ambulans, yang sebelumnya sempat diamankan juga sudah dilepaskan, dengan catatan mereka mau menjadi saksi bila dibutuhkan.


Related Posts

Ambulans Pemprov DKI Suplai Batu Untuk Demonstran, Ini Faktanya!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.