Astaga, PNS Cantik Ini Ternyata Bandar Sabu


Sunarti Winingsi alias Aning, seorang PNS cantik kembali lagi
diciduk polisi lantaran kedapatan menjadi bandar narkoba di Sigi, Sulteng.





Aning, yang merupakan pegawai PNS di salah satu rumah sakit
di Kota Palu, sudah dua kali tertangkap lantaran kasus narkoba.





Aning ditangkap bersama barang bukti narkoba dengan jenis
sabu yang ia simpan dalam pembalut wanita.





Pihak Kepolisian Resor Sigi menangkap sang pelaku saat turun
dari mobil kejaksaan seusai sidang dari Pengadilan Negeri Palu, tanggal 28
Agustus silam.





Berawal dari Aduan Kepala Lapas Perempuan dan Anak





detik.com




Penangkapan tersebut dilakukan pihak kepolisian setelah menerima aduan dari Kepala Lapas Perempuan dan Anak Sigi ke pihak kepolisian.





"Jadi pelaku sudah melakukan penjualan narkoba jenis
sabu di dalam lapas. Ia peroleh narkoba tersebut dari kurir yang dia pesan via
telepon, kemudian diantarkan ke dalam lapas. Barang bukti yang kami sita adalah
sabu dengan berat 1,24 gram," ungkap AKBP Wawan Sumantri, Kapolres Sigi saat
jumpa pers di Mapolres Sigi, Sulteng, Jumat (13/9/2019).





Aning menjadi terdakwa kasus narkoba di Palu. Saat ini ia
sedang menjalani masa persidangan dan ditahan di Lapas Perempuan dan Anak di
Sigi.





Bukannya bertobat saat menjalani masa tahanan, Aning malah
kembali menjual sabu dari dalam sel.





Kembali Terciduk





detik.com




Namun pergerakannya kali ini tercium dan kembali diciduk. Wawan mengatakan modus penjualannya kali ini adalah dengan menyuruh seseorang untuk membeli narkoba di daerah Palu, lalu dibagi menjadi paket kecil dan dijual dengan harga seratus ribuan dan dijual di dalam lapas.





"Intinya hanya untuk bersenang-senang sih, dan berharap
untuk mendapat banyak keuntungan,"ujar Wawan.





Atas perbuatannya tersebut, Aning dijerat Pasal 112 ayat (1)
UU 35/2009 tentang Narkotika.


Related Posts

Astaga, PNS Cantik Ini Ternyata Bandar Sabu
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.