Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis


Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dikenal sebagai "pabriknya" pebulu tangkis hebat. Sejumlah altet bulutangkis lahir dari audisi ini.





Sebut saja Kevin Sanjaya Sukamuljo, pasangan Marcus Fernaldi Gideon yang sudah mengoleksi banyak gelar. Mulai level nasional hingga kompetisi internasional.





Mari kita bedah sedikit Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis.





Apa itu Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis





Ajang ini merupakan pencarian bakat atlet bulutangkis di usia muda yang diprakarsai PB Djarum sejak 2006. Audisi Umum Djarum fokus pada kategori U-11 (umur 6-10 tahun) dan U-13 (umur 11-12 tahun) dan digelar Audisi tersebut digelar setiap tahunnya.





Tiap tahun, Djarum akan menunjuk beberapa kota sebagai tuan rumah, kebanyakan di daerah Jawa.





Menariknya, penyelenggara tak memungut biaya untuk pendaftaran. Namun, dana untuk transportasi dan akomodasi ditanggung peserta. 





Para peserta yang sudah mendaftar di kota masing-masing, akan mengikuti sejumlah tahapan eleminasi. Di awal ada tahap seleksi.





Pada titik ini para peserta akan melewati tahap screening untuk mengetahui teknik dasar bulutangkis peserta. Kemudian dilanjutkan dengan tahap turnamen untuk menentukan siapa yang berhak ke tahap selanjutnya.





Jika dinyatakan lolos, para peserta akan mendapatkan super tiket atau tiket emas untuk melaju ke tahap final. Mereka yang lolos dari tiap daerah akan kembali di adu di GOR Djarum Jati, Kudus, kandangnya PB Djarum.





Pada tahap ini, para peserta kembali melewati seleksi yang prosesnya hampir sama seperti tahap audisi awal.





Selama proses seleksi, para peserta akan dipantau langsung legenda bulutangkis dan pelatih dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum.





Nantinya, ada beberapa peserta saja yang berhak maju ke tahap karantina di asrama PB Djarum. Mereka akan menjalani tahap ini selama kurang lebih satu pekan. 





Anak-anak yang lolos karantina akan ditempa mental dan karakternya. Mereka juga bakal dipantau kedisiplinan, konsistensi semangat, serta kehidupan sehari-harinya. 





Mereka yang terbaik akan mendapat beasiswa bulutangkis PB Djarum. Tak hanya pengetahuan soal bermain bulutangkis, mereka juga tetap mendapatkan pendidikan sekolah yang tentunya dibiayai Djarum Foundation. Selain itu, kebutuhan gizi dan yang lain juga dipenuhi. 





Tujuannya satu, menciptakan atlet hebat seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Mohammad Ahsan.


Related Posts

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.