Barcelona Sukses Kuasai La Liga dan Liga Champions? Berikut Alasannya!


Pencapaian Barcelona pada sepanjang musim 2018/19
bisa dikatakan tidak terlalu istimewa.





Walau tak memenuhi ekspekstasi, posisi Ernesto Valverde di
kursi pelatih tetap aman.





Menyongsong musim baru, sang pelatih diberi keleluasaan
merekrut pemain-pemain baru untuk membuat skuatnya bertabur bintang.





Target utama Barcelona adalah untuk mempertahankan dominasi
di La Liga dan juga Liga Champions.





Tentu ambisi besar tersebut bukan hal berlebihan. Klub yang
juara kompetisi domestik sebanyak 26 kali ini punya berbagai modal untuk
mencapai targetnya.





Lini Depan Ganas yang Tak Tertandingi





cnnindonesia.com




Barcelona Kedatangan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid yang
memperkaya opsi di lini depan.





Kini mereka tidak hanya selalu bergantung pada trio, Lionel
Messi, Luis Suarez, serta Philippe Coutinho.





Selain Griezmann, Barcelona juga memiliki Ousmane Dembele
yang ketajamannya tak perlu diragukan.





Bisa dibayangkan, akan seperti apa garangnya Barcelona jika
Neymar jadi pindah dari PSG.





Lini Tengah yang Kuat





youtube.com




Tanpa adanya Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, lini tengah
Barcelona jelas macet.





Ivan Rakitic tak bisa maksimal bermain sebagai jenderal
lapangan tengah.





Solusi permasalahan tersebut ada di sosok Frenkie de Jong
yang didatangkan dari Ajax Amsterdam.





De Jong yang memiliki skill individu di atas rata-rata, dan didukung
visi bermain yang oke jadi tandem bagi Rakitic untuk menghidupkan permainan
lini kedua.





Barcelona juga memiliki gelandang berkelas dalam melakukan
pekerjaan kotor, Sergio Busquets dan Arturo Vidal, yang kian membuat lini ini
jadi amat solid.





Agresivitas permainan sektor gelandang selama ini jadi nyawa
penting permainan Barcelona.





Trio penyerang bisa semakin fokus mengobrak-abrik pertahanan
lawan. Mereka dapat pasokan bola yang memadai dari sektor kedua.





Pesaing Sedang Oleng





gilabola.com




Sudah sejak puluhan tahun, Real Madrid jadi pesaing utama
Barcelona di pentas La Liga.





Musim ini El Real tampak lebih agresif di bursa transfer
pemain guna mengimbangi dominasi Barca di kompetisi domestik.





Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo,
Real Madrid rela memboyong Eden Hazard.





Persaing utama Barcelona di La Liga kemungkinan akan
bergeser di Atletico Madrid, yang melakukan pembelian brilian di bursa
transfer.





Tapi apabila melihat komposisi skuat keseluruhan, sulit bagi
mereka bisa menandingi Barcelona.





Di pentas Eropa kurang lebih sama. Juara bertahan Liverpool
tak mampu melakukan penambahan skuat.





Konsentrasi utama mereka diarahkan ke Premier League bukan
Liga Champions. Juventus? Mereka malah masih dipusingkan dengan adaptasi
Maurizio Sarri.





Bayern Munchen juga sama saja. Mereka belum memiliki
pengganti sepadan untuk dua ikon klub, Arjen Robben dan Franck Ribery.





Mentalitas Sang Juara





bleacherreport.net




Selama 20 tahun terakhir Barcelona mampu mendominasi
persaingan di Liga Spanyol.





Mereka menjadi jawara musim 2004–2005, 2005–2006, 2008–2009,
2009–2010, 2010–2011, 2012–2013, 2014–2015, 2015–2016, 2017–2018, 2018–2019.





Di pentas Liga Champions juga sama. Semenjak generasi emas
La Masia mendominasi skuat utama, Barcelona menjadi Raja Eropa selama empat
musim, yakni pada tahun: 2005–2006, 2008–2009, 2010–2011, 2014–2015.





Selama hampir 10 tahun terakhir Barcelona tak pernah puasa
trofi.





Mentalitas sang pemenang ini terus berlanjut sekalipun satu
per satu alumnus La Masia sudah tak ada di dalam tim.





Saat ini skuat tinggal Lionel Messi, Jordi Alba, dan Gerard
Pique yang jadi bagian Generasi Emas Barcelona dengan bertabur gelar.





Kombinasi dari para pemain ini dengan bintang-bintang yang
lain membuat Barcelona menjadi tim yang solid sulit untuk ditaklukkan.


Related Posts

Barcelona Sukses Kuasai La Liga dan Liga Champions? Berikut Alasannya!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.