Kado Pahit dari Djarum Foundation di Haornas Ke-36


Indonesia merayakan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada Senin (9/9). Dalam peringatan Haornas 2019, pemerintah mengumbar janji bakal memberikan fasilitas dan sarana untuk mendorong generasi muda mau menjadi atlet dunia.





Sayang, ada kado pahit di Haornas ke-36. Djarun Foundation selaku pemrakarsa ajang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis membuat keputusan mengejutkan.





Mereka menghentikan ajang pencarian bakat atlet bulutangkis nasional itu terhitung sejak 2020. Keputusan yang menjadi pukulan telak buat pemerintah yang justru mendorong generasi muda untuk menjadi atlet.





Kenapa?





haornas-2019
Image: Liputan6




Audisi Umum Djarum sejatinya menjadi ajang untuk anak Indonesia mewujudkan mimpi menjadi atlet nasional, bahkan dunia.





Di ajang inilah, sejumlah generasi muda menaruh harapan agar bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.





"Tidak semua atlet daerah mempunyai orang tua yang mampu mengantar anaknya ke Pulau Jawa, untuk berlatih bulu tangkis, demi mengejar mimpinya menjadi atlet bulutangkis handal."

Achmad Budiharto.




Keputusan Djarum memang disayangkan banyak pihak. Orang tua peserta audisi merasa kecewa. PBSI nampak kebingungan karena sumber pencarian bakat atlet nasional kini berkurang.





Tak bisa dipungkiri, 60 persen atlet yang kini menghuni Pelatnas PBSI berasal dari PB Djarum, klub yang kebanyakan diisi para jebolan Audisi Umum Djarum.





Namun, keputusan Djarum Foundation tetap final. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyebut audisi 2019 menjadi yang terakhir.





Djarum Foundation tak mau larut dalam polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).





Ya, komisi inilah yang meminta agar Audisi Umum Djarum dihentikan karena dituding ada eksploitasi anak di dalamnya.





KPAI menilai Djarum menjadikan anak-anak sebagai alat untuk mempromosikan produk rokok di ajang tersebut. Tudingan yang sebenarnya sudah dibantah Djarum Foundation.





Bahkan, Kemenpora menegaskan tak menemukan apa yang ditudingkan KPAI.





Pernyataan itu tercantum dalam surat Menpora nomor S.8.30.1/MENPORA/SET.BII/VIII/2019 yang dikeluarkan pada 30 Agustus 2019.





Surat itu berisi tanggapan atas permohonan pemberhentian Audisi Djarum Foundation yang diajukan KPAI pada 29 Juli 2019.





Di surat ini, Menpora Imam Nahrawi menilai dugaan adanya tindakan eksploitasi dalam Audisi Umum Djarum secara yuridis normatif tidak tepat. Dia menyayangkan jika audisi yang penuh manfaat haris dihentikan karena tudingan yang tak berdasar.





Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, pihaknya bakal melakukan mediasi terkait masalah ini. Mereka bakal memanggil Djarum Foundation, KPAI dan PBSI.





"Nanti tinggal duduk bareng mencari solusi,".

Gatot




Semoga bisa ditemukan solusi agar mimpi anak negeri tak harus terhenti.


Related Posts

Kado Pahit dari Djarum Foundation di Haornas Ke-36
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.