Profil Singkat Dan Biografi B. J. Habibie


Biografi BJ Habibie - BJ Habibie adalah salah seorang tokoh nasional yang dihormati di Indonesia. Ia adalah pelopor dirgantara sekaligus bapak teknologi di Indonesia.





Kecerdasan beliau di bidang teknik mesin, membuat negara-negara lain ingin agar dia mau menjadi warga negaranya, termasuk Jerman.





Habibie sempat menjabat sebagai Presiden RI Ke-3, menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri pada Mei 1998 silam.





Perjuangannya dalam mewujudkan industri Dirgantara nusantara tidaklah mudah, banyak halangan dan ujian yang perlu ia hadapi. Mari simak biografi BJ Habibie selengkapnya berikut ini.





Biografi BJ Habibie





  • Nama : Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Panggilan : Rudy
  • Lahir : Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936
  • Lahir : Jakarta, 11 September 2019
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah), RA. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu).
  • Saudara Kandung : Junus Effendi Habibie, Alwini Karsum Habibie, Satoto Mohammad Duhri Habibie, Sri Sulaksmi Habibie, Sri Rahayu Fatima Habibie, Sri Rejeki Habibie, Ali Buntarman, Suyatim Abdurrahman Habibie
  • Istri : Hasri Ainun Besari Habibie
  • Anak :Ilham Akbar, Thareq Kemal




Bacharuddin Jusuf Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara. Ia adalah anak dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie (ayah) dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo (ibu).





Ayah Habibie yang merupakan etnis asli Gorontalo, adalah seorang yang ahli dalam bidang pertanian. Sementara ibu Habibie adalah anak dari seorang dokter spesialis mata asli Jogjakarta, yang bernama Puspowardjojo.





Dalam beberapa biografi Habibie tercatat, bahwa ia memiliki seorang Kakek yang merupakan seorang pemuka agama, pemangku adat, dan anggota majelis peradilan agama di Gorontalo, yang cukup tersohor di masanya.





Habibie sempat mengenyam pendidikan di SMA Kristen Dago. Kemudian pada tahun 1954 ia kembali menimba ilmu di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung).





Pada tahun 1955-1965, Habibie melanjutkan memperdalam ilmunya dengan mempelajari Teknik Penerbangan, Spesialis Konstruksi Pesawat Terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat.





Habibie kemudian berhasil menyelesaikan studinya, dengan predikat cum laude, dan mendapat gelar Diplom Ingenieur pada 1960, dan menerima gelar Doktor Ingenieur pada tahun 1965.





Perjalanan Karir Habibie





Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan penerbangan di Jerman, yang bernama Messerschmitt-Bölkow-Blohm.





Tapi di tahun 1973, BJ Habibie diminta oleh Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia, dan membangun negeri ini dengan bekal ilmu yang ia miliki.





Habibie sempat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) pada tahun 1978 hingga Maret 1998.





Selama menjabat sebagai Menristek, Habibie menargetkan agar Indonesia bisa melompat dari Negara Agraris menjadi Negara Industri, dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.





Karir Habibie sebagai Menristek berakhir pada Maret 1998, ketika Presiden Soeharto mengakngkatnya menjadi Wakil Presiden RI Ke-7.





Karir Habibie di pemerintahan memuncak, ketika Presiden Soeharto memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya, dan digantikan oleh Habibie sebagai Presiden RI Ke-3.





Masa jabatan Habibie sebagai Presiden Indonesia ketiga tidak berlangsung lama, ia menjabat dari tanggal 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.





Riwayat Pekerjaan BJ Habibie





  • Direktur Utama PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad)
  • Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  • Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (BPIS)
  • Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS)
  • Ketua Dewan Riset Nasional (1999)
  • Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam
  • Anggota Dewan Komisaris Pertamina
  • Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960–1965)
  • Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur, Hamburg, Jerman Barat (1966–969)
  • Kepala Divisi Metode dan Teknologi Pesawat Komersil/Pesawat Militer Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB) Gmbh, Hamburg, Jerman Barat (1969–1973)
  • Wakil Presiden/Direktur Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat (1974–1978)
  • Penasihat Direktur Utama (Dirut) Pertamina (1974–1978)
  • Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Bandung (1976)
  • Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut (PAL), Surabaya (1978)
  • Profesor Kehormatan/Guru Besar dalam bidang Konstruksi Pesawat Terbang Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung (1997)




Karir Di Pemerintahan





  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan III (1978–1983)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan IV (1983–1988)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VI (1993–1998)
  • Ketua Tim Keputusan Presiden (Keppres) 35
  • Wakil Presiden RI (1998)
  • Presiden RI (1998–1999)




Bacharuddin Jusuf Habibie dikabarkan meninggal dunia pada hari Rabu, 11 September 2019. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Habibie meninggal di usianya yang ke-83.





Demikianlah profil singkat dan biografi B.J. Habibie, yang membahasa seputar perjalanan hidup, karir dan latar belakang keluarganya.


Related Posts

Profil Singkat Dan Biografi B. J. Habibie
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.