Titik Panas Di Provinsi Riau Meningkat Sepulangnya Jokowi


Selasa (17/9) Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Pekanbaru, Riau, untuk melihat secara langsung kondisi terkini di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.





Jokowi pun sempat melaksanakan Shalat Istisqa (shlat meminta hujan), di Masjid Amrullah Komplek Militer Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin.





Usai melaksanakan shalat istisqa, Presiden langsung menuju lapangan, guna mengetahui secara pasti penyebab kebakaran hutan dan lahan.





Persiden juga mencari tahu, langkah apa saja yang sudah dilakukan petugas, dan kendala apa saja yang dihadapi dalam menangani karhutla.





Titik Panas Di Riau Meningkat





Namun baru satu hari Jokowi pulang, ternyata titik panas di Riau justru melonjak drastis. Bahkan jumlah titik panas melampaui jumlah terbanyak sepanjang tahun 2019, yaitu mencapai lebih dari 300 titik panas.





Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada 334 titik panas yang tersebar di sembilan Kabupaten di Provinsi Riau.





Sedangkan sebelumnya, jumlah titik panas yang ada di Riau diketahui hanya sekitar 200-an titik. Tentu saja lonjakan jumlah titik panas ini, membutuhkan penanganan ekstra dari pihak terkait.





"Dari 334 titik panas yang ada di sembilan kabupaten, 205 diantaranya merupakan titik api," kata Kepala Seksi Data Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki.





Marzuki menambahkan, Ada 97 titik panas di Rokan Hilir, 93 titik panas di Pelalawan, dan ada 46 titik panas di Indragiri.





Menurut hasil pantauan melalui citra Satelit Terra dan Aqua, ada 10 titik panas di Bengkalis, 18 titik panas di Kampar, 14 titik panas di Dumai, 3 titik di Kuansing, 52 titik di Indragiri Hulu, dan satu titik di Rokan Hulu.





"Dari jumlah tersebut, 205 titik memiliki tingkat kepercayaan hingga 100 persen, yang berarti di wilayah tersebut dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan," katan Marzuki.





Adapun 205 titik api tesebut menyebar di Kampar dan Bengkalis enam titik, Dumai 10 titik, Kuansing satu titik, Pelalawan 61 titik api, Rokan Hilir 58 titik api, Indragiri Hulu 36 titik api, serta Indragiri Hilir 27 titik api.





Meningkatnya jumlah titik panas di Riau ini, tentu saja memberikan dampak terhadap meningkatnya kabut asap di Riau.





Kabut asap di yang menyelimuti kota Pekanbaru, menyebabkan jarang pandang menurun, hanya berkisar 500 meter. Sedangkan di Pelalawan dan Rengat jarak pandang lebih pendek, yaitu berkisar 400 meter.


Related Posts

Titik Panas Di Provinsi Riau Meningkat Sepulangnya Jokowi
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.