Wiranto: Demo Menolak RUU Tak Lagi Relevan


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengatakan aksi demo terkait penolakan terhadap sejumlah revisi undang-undang, tak lagi relevan.





Pada rapat Paripurna yang diselenggarakan hari ini Selasa (24/9), agenda pengesahan sejumlah revisi undang-undang resmi ditunda. Oleh sebab itu, Wiranto menilai aksi demo sudah tak lagi relevan.





"Demonstrasi yang menjurus dengan itu (penolakan RUU) sudah tidak relevan lagi. Saat ini sudah bisa diberikan masukkan dengan cara lain, tidak perlu di jalanan," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Selasa (24/9).





Agenda Pengesahan Sejumlah RUU Ditunda





Pemerintah hanya menyetujui 3 dari 8 rancangan revisi undang-undang, yaitu UU KPK, UU MD3 dan UU Tata Cara Pembentukan UU.





Pemerintah dan DPR sudah bersepakat, akan menunda pengesahan 5 RUU lainnya, yaitu RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Minerba, RUU Ketenagakerjaan dan RUU Pertahanan.





Agenda pengesahan kelima RUU dinyatakan ditunda, dalam rapat paripurna, di Gedung Parlemen Senayan (24/9). Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly sebagai perwakilan Presiden.





Sejak Selasa pagi, sejumlah mahasiswa kembali berkumpul di depan gedung DPR/MPR, untuk melakukan aksi demo menolak sejumlah RUU.





Mahasiswa yang datang sebagai peserta aksi demo di gedung DPR, berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya.





Selain mahasiswa, kabarnya aliansi tani dan buruh juga hadir dalam aksi demo, untuk menolak revisi undang-undang terkait pertanian dan ketenagakerjaan.





Menkopolhukam, Wiranto menyarankan agar demonstrasi terkait RUU sebaiknya ditunda saja. Ia menilai aksi demonstrasi hanya akan membuang energi dan mengganggu aktifitas masyarakat.





"Juga mengganggu masyarakat. Kami akan membicangkan masukan dari masyarakat. Apa yang harus dibincangkan agar UU ini ketika disahkan tidak menimbulkan kerugian dalam masyarkaat kita," tutur Wiranto.


Related Posts

Wiranto: Demo Menolak RUU Tak Lagi Relevan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.