Jadi Tersangka Pemilik Molotov, Dosen IPB Diberhentikan Sementara


Institut Pertanian Bogor (IPB) memberhentikan sementara salah seorang dosen yang bernama Abdul Basith. Hal tersebut dilakukan karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kepemilikan bom molotov pada Aksi Mujahid 212.





Pemberhentian Basith sebagai dosen, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).





Aturan tersebut menjelaskan, PNS yang ditetapkan sebagai tersangka, akan diberhentikan sementara hingga menunggu proses hukum selanjutnya.





IPB Berhentikan Sementara Dosen Tersangka Pemilik Molotov





Rektor IPB Arif Satria, menegaskan akan menjalani regulasi tersebut. Tapi ia masih menunggu surat resmi dari Polda Metero Jaya, terkait dengan penetapan Basith sebagai tersangka, serta surat perintah penahanan.





"Sebagai dasar untuk nonaktif sementara karena itu aturan dalam manajemen kepegawaian. Itu peraturan pemerintah," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10).





Sebelumnya pihak Kepolisian sudah menetapkan dosen IPB tersebut sebagai tersangka. Ia diduga telah merencanakan agar aksi unjuk rasa itu berakhir dengan kericuhan.





Basith di ancam dengan sejumlah pasal, di antaranya adalah Pasal 1 Undang Undang Darurat dan pasa 169 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).





Selain Basith, masih ada sembilan orang lainnya dari aksi Mujahid 212, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.





"Semua sudah tersangka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (1/10).


Related Posts

Jadi Tersangka Pemilik Molotov, Dosen IPB Diberhentikan Sementara
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.