Teknologi AI Dapat Mempercepat Diagnosis Tumor Otak


Dalam acara konferensi Kanker National Cancer Research Institute (NCRI) telah mengungkapkan sebuah penelitian baru. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa analisisi kimia sampel darah yang dikombinasikan dengan program Artifical Inteligent (AI) bisa mempercepat diagnosis tumor otak.





Acara tersebut berlangsung di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia. Dilansir dari laman News Medical, Kamis 7 November 2019 tumor otak cenderung memiliki gejala yang tidak spesifik.





Gejala awal biasanya sangat umum seperti penyakit lain seperti sakit kepala dan masalah ingatan. Pemindaian otan menjadi satu-satunya cara yang dapat mendiagnosis tumor otak untuk saat ini.





Teknologi AI Dapat Mempercepat Diagnosis Tumor Otak





diagnosis-tumor-otak-dengan-teknologi-AI




Dosen Klinis Senior dan Konsultan Bedah Sarah Universitas Edinburgh, Inggris, Dr Paul Brennan mengungkapkan bahwa tumor otak telah mengurangi harapan hidup seseorang rata-rata 20 tahun. Harapan tersebut merupakan yang tertinggi dari semua kanker.





Dr Brennan telah bekerja dengan Dr Matthew Baker, analis kimia di University of Strathclyde, Inggris, dan kepala petugas ilmiah di ClinSpec Diagnostics Ltd. Mereka mengembangkan tes untuk membantu dokter memiliki cara cepat dan efisien menemukan pasien yang kemungkinan besar memiliki tumor.





Tes ini bergantung pada teknik yang ada, yang disebut spektroskopi inframerah, untuk memeriksa susunan kimiawi darah seseorang, dikombinasikan dengan program AI yang dapat menemukan petunjuk kimiawi yang menunjukkan kemungkinan tumor otak.





Para peneliti mencoba tes baru pada sampel darah yang diambil dari 400 pasien dengan kemungkinan tanda-tanda tumor otak yang telah dirujuk untuk pemindaian otak di Rumah Sakit Umum Barat di Edinburgh, Inggris. Dari jumlah tersebut, 40 kemudian ditemukan memiliki tumor otak.





Dengan menggunakan tes ini, para peneliti dapat mengidentifikasi 82% tumor otak dengan benar. Tes ini juga mampu mengidentifikasi dengan benar 84% orang yang tidak memiliki tumor otak.





Dalam kasus bentuk tumor otak yang paling umum, yang disebut glioma, tes ini 92% akurat untuk mengetahui tumor mana yang dimiliki orang.





Baker pun mengatakan untuk terakhir kalinya "Hasil ini sangat menjanjikan karena mereka menunjukkan bahwa teknik kami dapat secara akurat menemukan siapa yang paling mungkin memiliki tumor otak dan siapa yang mungkin tidak.





Karena teknik ini hanya memerlukan sampel darah kecil, jika menawarkan potensi untuk menguji sejumlah besar orang dengan gejala yang mencurigakan dan memberikan indikasi terbaik tentang siapa yang memerlukan pemindaian otak segera. Ini pada akhirnya dapat mempercepat diagnosis, mengurangi kecemasan menunggu tes dan membuat pasien dirawat secepat mungkin,".


Related Posts

Teknologi AI Dapat Mempercepat Diagnosis Tumor Otak
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.