Jejak Mahfud MD, dari Kampus ke Kursi Menteri


Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. atau yang dikenal dengan nama Mahfud MD merupakan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ke-14 sejak Kabinet Pembangunan III. Karier Mahfud MD bermula dari dosen di almamaternya.





Mahfud dilantik Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019. Sebelum duduk di Kabinet Indonesia Maju, Mahfud MD pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) selama dua periode dari tahun 2008 hingga 2013, Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman dan HAM di era pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.





Ia juga pernah lolos ke Senayan sebagai wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di DPR Mahfud duduk di Komisi I dan III serta Wakil Ketua Badan Legislatif DPR pada periode 2004–2008. Berikut jejak karier Mahfud MD yang dihimpun Ibukata dari berbagai sumber.





Menko Polhukam Pertama dari Sipil





Karier-Menko-Polhukam-Mahfud-MD
Mahfud MD memberi keterangan pers di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan/(Polkam.go.id)




Sejak Kabinet Pembangungan III di pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Adam Malik hingga Kabinet Indonesia Kerja era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam selalu diisi dari kalangan militer.





Mahfud adalah Menko Polhukam pertama dari kalangan sipil. Sebelumnya ada nama Wiranto, mantan Panglima TNI. Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno yang menjadi Menko Polhukam di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla.





Selain Menko Polhukam, Mahfud merupakan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan pernah memimpin Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Indonesia di era pemerintahan Gus Dur.





Pagi Sekolah Umum, Malam di Ponpes





Mahfud-MD-Remaja
Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD (tiga dari kiri) saat remaja/(Twitter @mohmahfudmd)




Mahfud lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957. Sekolah Dasar ditempuh dari dua lembaga pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mardhiyyah, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura dan SD Negeri Waru, Pamekasan, Madura.





Pada pagi hari, Mahfud belajar di sekolah umum dan sore harinya belajar agama di MI Al Mardhiyyah. Malam sampai pagi hari, ia belajar agama di surau. Mahfud lalu dikirim ke Ponpes Somber Lagah di Desa Tegangser Laok, untuk mendalami agama. Ketika itu ia masih kelas 5 SD. Sekolahnya pun ia lanjutkan di sana.





Lulus dari SDN dan MI, Mahfud melanjutkan jenjang pendidikan di sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri Pamekasan, Madura. Usai PGA Mahfud melanjutkan sekolah ke Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) setingkat SMA selama tiga tahun di Yogyakarta.





Mahfud ternyata pernah mengambil dua jurusan di kampus berbeda. Yakni Fakultas Hukum (FH) jurusan Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Sastra Arab di Universitas Gajah Mada (UGM).





Namun, Mahfud memilih menyelesaikan program sarjananya di UII pada tahun 1983. Di UII jugalah Mahfud bertemu pasangan hidupnya, Zaizatun Nihayati. Untuk pendidikan Sastra Arab di UGM tak dilanjutkan. Setelah lulus dari FH UII di umur 26 tahun, Mahfud kemudian bekerja sebagai dosen untuk almamaternya.





Ia kembali lagi ke UGM untuk menempuh program magister dan doktor sembari mengajar di UII. Gelar S-2 Mahfud yakni Magister Ilmu Politik, untuk S-3 Mahfud mendapat gelar Doktor Ilmu Hukum Tata Negara.





Kampus, Menteri dan Legislator





Mahfud-MD-Ketua-MK
Mohammad Mahfud MD (tengah) saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi/(mkri.id)




Mahfud menjadi dosen di FH UII sejak 1984, dua tahun kemudian dirinya mendapat jabatan penting di kampus UII. Mulai dari Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara, FH UII pada 1986 hingga 1988, Pembantu Dekan II FH UII pada 1988 hingga 1980.





Kemudian Direktur Karyasiswa, UII pada 1991–1993, Pembantu Rektor I UII pada 1994–2000 sekaligus Direktur Pascasarjana UII pada 1996–2000.





Di tahun 2000 merupakan puncak karier akademisi Mahfud MD. Ia didaulat menjadi Guru Besar bidang Politik Hukum pada UII dalam usia yang terbilang masih muda, yakni 43 tahun. Di tahun yang sama, Mahfud dipercaya Presiden Abdurrahman Wahid untuk duduk di Kabinet Persatuan Nasional.





Tiga tahun berselang, Mahfud dipercaya menjadi Rektor di Universitas Islam Kadiri, Kediri, Jawa Timur pada tahun 2003–2006. Dalam periode 2004-2008, Mahfud mencalonkan diri menjadi anggota DPR dalam Pemilihan legislatif 2004-2009 dari PKB.





Keluarga dan Asal Mula Inisial MD





Mahfud-MD-bersama-istri
Mahfud MD bersama istri, Zaizatun Nihayati/(Twitter @mohmahfudmd)




Tambahan MD di belakang nama Mahfud tercetus saat duduk di bangku sekolah PGA. Kala itu, ada tiga murid yang namanya sama dengan Mahfud. Untuk membedakan, Mahfud menambahkan inisial MD di belakang namanya.





MD merupakan singkatan dari nama sang ayah, Mahmodin. Tanpa sengaja, nama itu tertulis dalam ijazahnya hingga menetap di belakang nama Mahfud.





Mahfud menikahi Zaizatun Nihayati, teman kuliahnya di FH UII Yogyakarta, pada 2 Oktober 1982. Keduanya bertemu pertama kali pada tahun 1978 dan memulai hubungan setahun kemudian. Dari pernikahan tersebut, Mahfud dan Zaizatun, dikarunai tiga anak.





Pertama, Mohammad Ikhwan Zein, laki-laki kelahiran 15 Maret 1984, Alumni Fakultas Kedokteran UGM. Kedua Vina Amalia, perempuan kelahiran 15 Juli 1989 dan terakhir Royhan Akbar, laki-laki kelahiran 7 Februari 1991.


Related Posts

Jejak Mahfud MD, dari Kampus ke Kursi Menteri
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.