Mengenal Batas Darat Wilayah Indonesia


Batas darat wilayah Indonesia terbagi di tiga kawasan berbeda, yakni di Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).





Taukah kamu bahwa dari tiga kawasan tersebut terdapat lima provinsi dengan 16 kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah tiga negara tetangga yakni Malaysia, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Papua Nugini. Secara keseluruhan panjang batas wilayah darat Indonesia dengan negara tetangga mencapai 3092.8 km.





Berikut fakta perbatasan Indonesia dengan negara tetangga yang dirangkum Ibukata dari berbagai sumber.





Batas Darat RI-Malaysia





Perbatasan-Indonesia-Malaysia
Batas wilayah darat Indonesia dengan Malaysia/(Badan Nasional Pengelola Perbatasan)




Batas darat Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan mencakup tiga Provinsi yakni Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan panjang 2004 KM membentang dari Tanjung Datu, Kalbar hingga ke pantai timur pulau Sebatik, Kaltara.





Garis batas ini melintasi delapan kabupaten di tiga provinsi, yaitu Kabupaten Sanggau, Sambas, Sintang, Kapuas Hulu, dan Bengkayang di Provinsi Kalbar. Kabupaten Kutai Barat di Provinsi Kaltim dan Kabupaten Malinau dan Nunukan di Kaltara.





Adapun garis perbatasan darat di Provinsi Kalbar sepanjang 966 km memisahkan wilayah NKRI dengan wilayah Sarawak, Malaysia. Sementara garis perbatasan darat di Provinsi Kaltim sepanjang 48 KM dan di Kaltara sepanjang 990 KM memisahkan wilayah NKRI dengan negara bagian Sabah dan Serawak, Malaysia.





Delimitasi batas darat Indonesia dengan Malaysia di Pulau Kalimantan dan Pulau Sebatik mengacu pada tiga perjanjian batas antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Hindia Belanda. Yakni Traktat 1891, yang ditandatangani Duta besar berkuasa penuh Kerajaan Belanda C. Van Bylandt dan Menteri Luar Negeri Inggeris Salisbury pada 20 Juni 1891 di London.





Traktat 1915 yang ditandatangani perwakilan negara Belanda dan Inggris pada 17 Pebruari 1913 di Tawau, Borneo, Inggris yang kini merupakan kota di Sabah, Malaysia. Kemudian Traktat 1928 yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Beelaerts Van Blokland dan Menteri Wilayah Jajahan Koning Berger dengan Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa Penuh di Belanda Granville mewakili pemerintah Kerajaan Inggris.





Batas Darat RI-Papua Nugini





Perbatasan-Indonesia-Papua-Nugini
Batas Wilayah Indonesia dengan Papua Nugini/(Badan Nasional Pengelola Perbatasan)




Perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini memiliki panjang 820 KM membentang dari Skouw, Jayapura di sebelah utara sampai muara sungai Bensbach, Merauke di sebelah Selatan.





Garis batas ini melintasi lima Kabupaten di Provinsi Papua, yaitu Kabupaten Keerom, Merauke, Boven Digoel, Pegunungan Bintang, dan Kota Jayapura dengan menempatkan 52 pilar.





Delimitasi perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini ini mengacu pada perjanjian antara Indonesia dan Australia mengenai garis-garis batas tertentu antara Indonesia dan Papua Nugini tanggal 12 Februari 1973, yang diratifikasi dengan UU Nomor 6 tahun 1973, serta deklarasi bersama Indonesia dan Papua Nugini tahun 1989-1994.





Batas Darat RI-RDTL





Perbatasan-Indonesia
Batas wilayah darat Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste/(Badan Nasional Pengelola Perbatasan)




Batas wilayah darat Indonesia terpendek berada di NTT yakni Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dengan panjang 268,8 KM.





Wilayah perbatasan darat RI-RDTL ini meliputi tiga kabupaten dan dua sektor, antara lain sektor timur di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Distrik Covalina, Timor Leste dengan panjang 149,9 KM dari Motaain di Utara sampai Mota Masin di selatan.





Kemudian sektor barat di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecussi yang merupakan wilayah enclave dengan panjang 15,2 km dan 114,9 km.





Delimitasi batas Indonesia dengan Timor Leste di Provinsi NTT mengacu pada perjanjian antara Pemerintah Hindia Belanda dan Portugis tahun 1904 dan Permanent Court Award (PCA) tahun 1914, serta perjanjian sementara antara Indonesia dan Timor Leste pada 8 April 2005.





Perundingan perbatasan antara Indonesia dengan RDTL ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2001 dengan diadakannya pertemuan pertama Technical Sub-Commitee on Border Demarcation and Regulation (TSCBDR) RI-United Nations Transitional Administration for East Timor (UNTAET).





Persetujuan tentang baras darat RI-RDTL yang ditandatangani Menlu Indonesia dan Menlu Timor Leste pada 8 Juni 2005 di Dili, Timor Leste ditetapkan bahwa Batas negara antara Indonesia dan Timor Leste sebanyak 907 titik-titik koordinat.





Pos Lintas Batas Negara





Perbatasan-Indonesia-PLBN-Badau
Pos Lintas Batas Badau di Kalimantan Barat/(Badan Nasional Pengelola Perbatasan)




Di tiga kawasan perbatasan tersebut, sudah terbangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Tiga berada di Kalimantan Barat, yakni PLBN Entikong, PLBN Badau dan PLBN Aruk. Tiga PLBN di NTT, yakni PLBN Motaai, PLBN Motamasin dan PLBN Wini sisanya di Papua yakni PLBN Skow.





Pembangunan tujuh PLBN ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan wajah baru tujuh PLBN tersebut mencapai Rp943 miliar.





Setelah merampungkan tujuh PLBN, pemerintah kembali membangun empat PLBN Terpadu dari 11 PLBN yang diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.





Empat PLBN tersebut yakni PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sota di Kabupaten Merauke, Papua dan dua PLBN di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yakni Sei Pancang Sebatik dan Long Midang.





Perbatasan-Indonesia-Papua-Nugini
Kunjungan Presiden Joko Widodo beserta Istri, Iriana Joko Widodo ke titik Nol Kilometer di Sota, Merauke, ujung paling timur Indonesia yang berada di lokasi Pos Lintas Batas Sota, Merauke, Papua. (Twitter Joko Widodo)




Tujuh PLBN lainnya akan dibangun dalam tahap selanjutnya yakni PLBN Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT, Yetetkun Distrik Waropko di Kabupaten Boven Digoel, Papua.





Kemudian PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau, Jasa-Sei Kelik di Kabupaten Sintang, dan Labang di Kabupaten Nunukan di Provinsi Kalimantan Timur. Adapun anggaran pembangunan 11 PLBN ini sebesar Rp1,7 triliun.


Related Posts

Mengenal Batas Darat Wilayah Indonesia
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.