Mengenal Museum HAM di Dunia


Di sejumlah negara memiliki museum untuk menghormati hak asasi manusia (HAM). Di Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mencanangkan pendirian Museum pejuang HAM Munir di Kota Batu, Jawa Timur.





.Peletakan batu pertama dilakukan pada Minggu 8 Desember 2019, tepat di hari kelahiran Munir Said Thalib, yakni 8 Desember 1965. Begitu juga dengan kota pendirian museum. Munir Lahir di Malang, 38 tahun lalu sebelum kematiannya saat perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda 7 Septembr 2004 lalu.





Jenazahnya dimakamkan di Kota Batu, tempat museum untuk mengenang dirinya berdiri. Para aktivis HAM mencanangkan tanggal kematian Munir sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.





Museum-Omah-Munir
Museum Omah Munir/(omahmunir.org)




Museum ini berdiri di atas lahan milik pemerintah Kota Batu seluas 2.200 meter persegi di Jalan Sultan Hasan Halim Kelurahan Sisir, Kota Batu. Nantinya museum ini akan menjadi tempat penyimpanan koleksi dari berbagai artefak tentang perjalanan HAM di Indonesia, serta diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran tentang nilai-nilai HAM.





Di negara lain ada juga museum HAM yang didirikan untuk mengenang pelanggaran HAM maupun perjuangan HAM. Berikut museum HAM di dunia yang dirangkum Ibukata dari berbagai sumber.





Museum HAM di Kanada





Museum-HAM-Kanada
Museum HAM Kanada/(THE CANADIAN PRESS/John Woods/nationalpost.com)




Pembangunan museum dengan nama Canadian Museum for Human Rights (CMHR) ini dimulai pada April 2009. Peletakan batu pertama dilakukan pada 19 Desember 2008.





Pembangunan museum yang berdiri di Winnipeg, Ibu kota Provinsi Manitoba, Kanada ini merupakan gagasan pemerintah Kanada melalui amandemen Undang-Undang Museum Kanada. Pendirian museum ini juga tidak jauh dari The Forks, sebuah lokasi bersejarah di Kanada.





Museum-HAM-Kanada
Museum HAM Kanada/(THE CANADIAN PRESS/John Woods/nationalpost.com)




Tujuan berdirinya museum ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik akan hak asasi manusia, mempromosikan rasa hormat kepada orang lain, mendorong refleksi tentang HAM, dialog, serta tindakan menghargai HAM.





Selain itu museum ini juga sebagai objek wisata untuk meningkatkan wisatawan di kota Winnipeg. Museum ini resmi dibuka pada 19 September 2014.





Museum dan peringatan HAM di Chili





Museum-HAM-Chile
Museum dan peringatan HAM di Chili/(tripadvisor.com)




Museum yang berlokasi di Santiago, Ibu Kota Chile ini didirikan untuk memperingati para korban pelanggaran HAM selama rezim militer yang dipimpin oleh Jenderal Augusto Pinochet antara tahun 1973 dan 1990.





Museum ini diresmikan oleh mantan Presiden Michelle Bachelet pada 11 Januari 2010, sekaligus menjadi bagian dari pekerjaan pemerintah merayakan peringatan dua abad Chili.





Peletakan batu pertama pendirian dilakukan oleh Michelle Bachelet pada 10 Desember 2008. Michelle Bachelet sendiri merupakan salah satu korban dari kediktatoran Augusto Pinochet.





Museum-HAM-Chili
Museum dan peringatan HAM di Chili/(tripadvisor.com)




Di museum ini tersimpan sejumlah alat siksa di era pemerintahan Augusto Pinochet, surat-sutat para tahanan untuk keluarganya, kliping koran tentang kekejaman rezim Augusto Pinochet serta kesaksian-kesaksian para korban.





Pada 2012 museum ini menjadi tempat perhelatan festival film bertema HAM yang berfokus pada pelanggaran HAM di Chili dan Argentina.





Museum Pembantaian Ponce





Museum-HAM-Ponce
Museum Pembantaian Ponce/(oech.pr.gov)




Museum HAM di dunia selanjutnya yakni terletak di distrik bersejarah di kota Ponce, Puerto Riko. Berdirinya museum ini untuk menghormati para korban serta sebagai peringatanperistiwa pembantaian di Ponce dalam memperjuangakan kemerdekaan Puerto Riko dari Amerika Serikat yang dilakukan Partai Nasionalis Puerto Riko.





Lokasi museum merupakan tempat terjadinya pembataian anggota dan simpatisan Partai Nasionalis Puerto Riko saat ingin melaksanalan pawai pada tahun 1937.





Konstruksi museum ini merupakan bangunan tahun 1910. Saat peristiwa pembantaian, pemilik bangunan tersebut adalah Francisco de Jesus y Graciela Toro Vendrell.





Pada tahun 1945, properti itu dijual kepada Juan Riera Ginard dan Carmen M. Toro de Riera untuk disewakan. Lantai pertama sebagai ruang komersial dan lantai dua sebagai unit perumahan.





Pada tahun 1987, Badan Legislatif Puerto Riko mengesahkan Resolusi Bersama Nomor 2951, yang menetapkan properti tersebut sebagai landmark bersejarah nasional.





Pada 1988, Institut Kebudayaan Puerto Rico membeli properti itu untuk dijadikan Museum Pembataian Ponce. Di tahun yang sama museum ini dibuka untuk umum. Di museum ini terdapat foto-foto dari era pembebasan Puerto Rico dari genggaman Amerika Serikat.





Liberty Osaka





Museum-HAM-Osaka
Museum HAM Liberty Osaka, Jepang/(theculturetrip.com)




Liberty Osaka berdiri di Naniwa-ku, di Selatan Kota Osaka, Jepang ini didirikan sebagai pengingat sejarah perjuangan HAM di Jepang, khususnya di Osaka.





Salah satunya yakni sejarah perjuangan melawan diskriminasi yang dialami oleh kelompok etnis minoritas seperti Burakumin atau orang dusun/orang desa, Suku Ainu atau penduduk asli Jepang di Hokkaido dan Suku Ryukyu dan komunitas Jepang keturunan Korea dan Cina. Di dalam museum terdapat foto yang menceritakan praktik masa-masa diskriminasi di Jepang.





Museum for Human Rights ini didirikan pada Desember 1985 untuk mendokumentasikan sejarah gerakan hak-hak asasi manusia Osaka, diluncurkan kembali pada Desember 1995 sebagai Osaka Jinken Hakubutsu-kan (Museum HAM). Yayasan museum mendedikasikan pendirian museum sebagai kontribusi pembangunan kemanusiaan dan sosial.


Related Posts

Mengenal Museum HAM di Dunia
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.