Profil Rudiantara, Dirut PLN Penggati Sofyan


PT PLN (Persero) bakal punya pimpinan baru setelah Sofyan Basir, mantan Direktur Utama (Dirut) PLN, tersandung kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo), Rudiantara untuk memimpin perusahan listrik negara.





Penunjukan Rudiantara bukan tanpa alasan, ia pernah menjadi orang nomor dua di PLN, yakni wakil Dirut Kala itu, Rudiantara bertugas mencari investor untuk proyek pembangunan pembangkit listrik 10 ribu Megawatt (MW).





Hal ini menjadi salah satu poin Rudiantara cocok menjadi bos PLN. Berikut profil Rudiantara yang dirangkum Ibukata dari berbagai sumber.





Bekerja di Tiga Operator Ternama





Profil-Rudiantara-PLN
Membuka nama jalan Rudiantara di Kampung Cyber, Yogjakarta/(Twitter @rudiantara_id)




Rudiantara, lahir di Bogor, Jawa Barat pada 3 Mei 1959. Ia merupakan lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, jurusan Statistik di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada 1984 atau di umur 25 tahun.





Lulus dari Unpad, Rudiantara bergabung ke Indosat. Saat itu, operator yang identik berwarna kuning ini masih perusahaan plat merah alias BUMN.





Sembari bekerja, Rudiantara melanjutkan kuliahnya ke ke Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) yang kini bernama PPM School of Management hingga pada tahun 1988, ia meraih gelar Magister Bisnis Administrasi (MBA).





Tujuh tahun menjadi karyawan Indosat, profil Rudiantara melejit. Ia dipercaya menjadi General Manager Business Development pada 1996. Di tahuh yang sama Rudiantara pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti. Selama 11 tahun, beberapa jabatan eksekutif di Indosat dan Telkomsel di duduki Rudiantara hingga tahun 2006.





Rudiantara juga pernah menduduki kursi Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003 dan Direktur Hubungan Korporat PT Excelcomindo Pratama, Tbk (XL) kini menjadi PT XL Axiata, Tbk dari Maret 2005 hingga 2008. Rudiantara hengkang dari XL setelah Peter Sondakh, Presiden Komisaris PT Excelcomindo Pratama, Tbk menjual saham ke perusahaan telekomunikasi Malaysia.





Berkarir di Grup Rajawali





Peter Sondakh-Rudiantara
CEO Rajawali Corp Peter Sondakh/(net)




Kedekatannya dengan Peter Sondakh membuat Rudiantara dipercaya menduduki posisi penting di perusahaan milik Peter yang juga Bos dari Rajawali Grup. Rudiantara menjabat Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources sejak tahun 2006 hingga 2014. Serta Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero) sejak tahun 2006 hingga 2011.





PT Bukit Asam Transpacific Railways merupakan perusahaan kereta khusus tambang hasil kongsi Rajawali dan PT Bukit Asam Tbk. Rajawali Grup, pernah menguasai 24,9 persen saham PT Semen Gresik. Pembelian saham dilakukan pada tahun 2006.





Kepemilikan Rajawali di Semen Gresik melalui Blue Valley Holdings Pte Ltd. Sedangkan, pemegang saham yang lain adalah pemerintah Indonesia dengan kepemilikan 51,01 persen, dan sisanya masyarakat umum.





Dapat Kepercayaan Dua Presiden





Profil-Rudiantara-PLN

Rudiantara saat menjabat Menkoinfo mewakili Indonesia dalam Sidang International Telecommunication Union (ITU) di Dubai/(Twitter @rudiantara_id)




Profil Rudiantara di dunia telekomunikasi dan perusahaan Rajawali Grup membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya menjadi Wakil Dirut PLN Pada 2006. Rudiantara mendampingi Dirut Fahmi Mochtar. Dia ditugasi mencari pendanaan fast-track program (FTP) ketenagalistrikan 10.000 megawatt (MW).





Setelah merampungkakn tugasnya selama dua tahun yakni dari tahun 2006 hingga 2008, Rudiantara mundur dari Wakil Dirut PLN. Ia juga menadapt tawaran untuk kembali di industri telekomunikasi. Pada 2010, Rudiantara ditunjuk menjadi Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia Tbk hingga 2012. Kemudian dilanjutkan sebagai Komisaris pada 17 September 2012 hingga tahun 2014 dan Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014.





Rudiantara mengundurkan diri dari kursi presiden komisaris setelah bergabung di Kabinet Kerja. Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Menkominfo dan dilantik pada 27 Oktober 2014.


Related Posts

Profil Rudiantara, Dirut PLN Penggati Sofyan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.